Foto Sendiri
MAJALAH
TOTA MAPIHA.COM diskusi bebas tentang Rasisme pada hari ini selasa
01/042018 Makassar mulai tepat pada jam 19:00
sampai selesai tepat pada jam 24:00 WIT.
Seorang sekertaris AMPTPI cabang makassar bernam
Yakubus Tagi mengatakan dengan tegas bahwa, Undang -undang Dasar (UUD) Negara kesatuan
republik Indonesia (NKRI) namun arti dari bineka tunggal ika bahwa negara
Indonesia kami berbeda -beda tetapi tetap satu yaitu satu bangsa, satu negara,
satu dasar yaitu negara Indonesia tetapi kenapa sampai kulit melayu yang ada
internal Negara Indonesia selalu mengedepankan tentang rasisme ini. “Tegasnya”
Ketua
asrama kamasas IV Makassar mengatakan dengan nada
yg geras, pada saat diskusi bebas di kamasan IV Makassar yaitu, kawan - kawan
mereka yang berada external indonesia sedang panas diatas masalah kami maka
kawan marilah kita bikin api sama - sama di honai atau hamewa yang ada di kota
studi Makassar ini.
Ketua AMPTPI Sulawesi Selatan di Makassar bernama
Jenis Tabuni mengatakan kepada kami bahwa kawan - kawan negara melayu ke diatas
tanah papua itu bukan mereka berjuang untuk menyelamatkan manusia dana alam
Papua tetapi mereka berjuang demi untuk menhina, memerkosa,menindas, dll. namun
dulu pun ada sejarahnya bahwa dulu kulit melayu yg ada di seluruh dunia pun
perna di jajah kulit hitam yg ada di seluruh dunia.
Lanjut dia, Negara kesatuan republik
Indonesia (NKRI) tidak sesuai dengan undang – undang yang ada maka kami bangsa
west papua ingin bebas dari kaum kapitalisme indonesia.”Tegasnya”
Seorang Mahasiswa papua bernama Hans Degei Badang
pengurus ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa
Paniai Nabire, Dogiyai, deiyai, dan Intan Jaya (IPMAPANDODEI) dikota studi
makasar mengatakan pada saat diskusi bebas bahwa berdasarkan presiden Sukarno
didepanBPUPKI dan PPKI pada tanggal 11 juli 1945 di jakarta barat yaitu negara Indonesia
adalah milik kulit putih yaitu sabang atau ace sampai amboina atau maluku,
bangsa malanesia adalah diluar dari negara Indonesia atau ris. Namun bangsa
malanesia (papua) biarlah mereka dari belakang menentukan nasib sendiri kata
sukarno pada saat itu.
Seorang Mahasiswa papua di Makassar bernam
Elias Degei mengatakan bahwa dari pada selalu kami ditindas, dibunu, dianiaya dari
negara Indonesia tampa mengetahui yang pemeliknya, bilah perlu setiap
individualisme khususnya bagi kita bangsa west papua terutama pejabat pemerinta
maupun pejabat legislative kasih kembalikan SK supaya kami menentukan nasib
sendiri. “Tegasnya”
Seorang Mahasiswa papua dimakassar bernama
Andi Tamai mengatakan dengan tegas pada saat itu, kebenaran dan keadilan itu,
jangan pantang menyerah tapi marilah kita bersatu menyelamatkan manusia dan
alam papua kawan. “ kata dia)”
Lanut dia, kawan-kawan waspadalah terhadap
musuh dalam selimut, karena dipana oleh kawan dalam selimut itu siapapun dia
tidak mungkin mengetahui, biar kita pake modus atau metode apapuan. “Harapnya”
Kata Tamai, kawan -kawan kita harus waspada
terhadap kawan dalam selimut. maka dengan itu, saya menyatakan kepadamu kawan
-kawan, bahwa paspadalah kawin dengan ras melayu karena sedikit lagi ras kita
hampir habis sebab teman -teman kita kebanyakan orang orang yang kawin dengan
melayu dan kawan jangan dekat dengan mereka yang kawin silan karena jangan
–jangan sampe kita juga terpirus sama mereka itu tidak baik. Kawan –kawan, kami
bersukur karena yg punya dia berikan kami kulit hitam namun kulit hitam itu
berharga kawan-kawan .”Harapny”.
Seorang
Mahasiswa papua di Makassar bernama Jhon Tabuni mengatakan kepada kami yang
hadir pada saat itu bahwa, kawan – kawan seperjuangan realita yang perna
terjadi diatas tanah papua yaitu kaka-kaka yang perna selesai di enternal
Indonesia, mereka tiba di dunia kerja
itu ideology mereka sudah hilang karena disana itu bukan manusia yang mengatur
system tapi sistem yang mengatur manusia.
Lanjut
dia, Namun pada saat mereka berada dalam perkulian itu pun mereka
juga biasa seperti kami sekarang ini. Oleh karena itu, kawan-kawan jangan –
jangan sampe kami juga seperti mereka tidak baik maka marilah kawan – kawan
kita menciptakan system baru melalui solidaritas kami untuk melawan system yang
ada yaitu sistem klonia Indonesia punya. “Harapnya”
Sebagai kesimpulan
adalah bersatu menyelamatkan manusia dan alam semesta alam yang ada di atas
tanah papua melalui solidaritas kami
kawan- kawan.
SLAM SATU TUNGGU DALAM SATU HONAI ATAU HAMEWA


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !