MAJALAH GENERASI DOGIYAI.COM Dogiyai, Jubi-Itelektual muda Dogiyai Musa
Boma meminta kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai dalam hal ini, Dinas
Kesehatan, Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) yang terkait Kepala Distrik Modio,
Kepala Puskesmas Modio, atas pembakaran Puskesmas oleh, masyarakat Modio ini
harus bertanggun jawab oleh Pemerintah, dalam hal ini Eksekutif, Legislatif,
Dinas Kesehatan, Kepala Distrik Modio, dan kepala Puskesmas Modio, “Tegasnya”.
" Saya sebagai anak daerah
dari wilayah Tota Mapiha menilai bahwa, rakyat menempu dengan jalan pembarakan
karena jelas bahwa, anak-anak mereka mati sia-sia tanpa tenaga medis. Petugas
medis itu Negara di jamin setiap waktu dan bulan dengan tujuan melayani rakyat
setempat bukan meninggalkan tugas lalu pergi mencari kepentingan tetentu hanya
saat mau terima gaji saja datang itu sudah jelas keliru, “Ingatkan”.
Hal itu, disampaikan ole
intelektual muda Dogiyai Musa Boma kepada Jubi, 08/ 06/ 2018 pembakaran rumah
sakit terjadi karena Albina Tekege dia hamil tapi, anak yang ada di dalam kandungan
tidak bisa keluar akhirnya suaminya Yohanes Kotouki membawa dia ke rumah sakit,
sampai di rumah sakit petugas tidak ada satupun dalam kekosongan. Ibu rumah tangga atas nama Albina Tekege,
meninggal dunia.
Fungsi Control dari pihak
pemerintah kabupaten Dogiyai Dinas Terkait yakni Dinas Kesehatan, dari pihak
DPR, kepala Distrik setempat, kepala puskesmas setempat, jangan segel mati controlnya
tapi, harus awasih anak buahnya itu hal yang sangat vital supaya hal secamam
ini tidak terjadi lagi di kemudian hari bahkan dalam Kabupaten Dogiyai ini
" Pesan Musa Boma
"Saya ingin manivertasikan
kepada pemerintah bahwa apakah harus di bangun gedung saja, tinggal begitu atau
gedung harus diisi dengan petugas dengan mencegah sakit penyakit yang dialami
oleh rakyat mudah dapat teratasi supaya rakyat setempat itu dalam kondisi dan
kesehatan yang baik pulah boleh dapat beraktivis.
Distrik mapia tenga desa modio membakar
Puskesmas karena tidak ada petugas satupun di tempat tugas sejak dari bulan
januari hingga pada bulan ini. Kepada pemerintah kabupaten Dogiyai jangan salah
menilai atas pembakaran puskesmas tersebut itu.
" karena hal ini secara jelas bisa terjadi
karena warga Distrik mapia tengan desa Modio semaking banyak menderita karena
sakit petugas satupun tidak menetap, saat ambil gaji saja naik ke Dogiyai tidur
di Nabire lupakan semua tugas yang melekat pada mereka. Dari bulan januari
hingga saat ini anak anak balita angkah kematian semaking tinggi dan dalam
jumlah korban yang bukan sedikit lagi.
Menurut Anggota Dewan Perwakilan
Rakyat ( DPR ) asal dari Tota Mapiha, Marselino Tekege membebarkan atas
kejajian itu maka sementara saya keluar daerah oleh sebab itu setelah saya
kembali ke Dogiyai kami DPR, Bupati, Dinas Kesehatan kepala Distrik setempat,
kepala kampus kami akan bicarakan untuk mencari solusi yang terbaik, “kata dia”.
Lanjutnya dia, bahwa karena meman
ini masalah serius maka pihak-pihak yang
berwajib kami akan duduk dan kenapa penyebabnya kita mencari tahu sama-sama
karena rumah sakit dan sekolah itu tidak bisa kosong begitu saja, harus tenaga
medis maupun guru-guru karena kedua lembaga ini sangat penting, “Tegasnya”.
Menurut Marius Kedeikoto,
pembakaran rumah sakit Distrik Modio ini meman karena tidak ada petugas satupun
menetap disaana, mereka selalu sibuk dan fokus pada kepentingan di luar sana, akhirnya
rumah sakit selalu kekosongan maka pemerinta kabupatenj Dogiyai dan dinas
terkait harus bertanggun jawab, “Tegasnya”.
Lelaki Putra Tiho Butu Modio ini
menyatakan juga bahwa atas pengakuan rakyat setempat bahwa, kami bakar rumah
sakit ini dari ujung Modio ke Ujung Modio kami sepakat lalu bakar bagimana
petugas tidak ada kami sakit menderita supaya dari pemerintah kabupaten Dogiyai
ada teguran atau peringatan kepada kepala puskesmas atau petugas yang ada di
rumah sakit Modio, “kata dia”.
Penulis : Musa Boma



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !